AI News, Pimpin Delegasi Indonesia artificial intelligence

LINE Today

"Secara singkat kami sampaikan bahwa saat kami tiba di ibu kota dari Xinjiang Uighur itu sudah hampir pukul 08.00 WIB malam (waktu setempat).

Tapi oleh beliau dikatakan masjidnya di sini agak jauh, dan kami susah membawa Anda ke sana karena suhu udara yang memang sangat dingin-17 derajat,"

Yang seperti Anda temukan di Indonesia dan beberapa negara Islam biasanya arah kiblat itu sudah tetap definitif jelas.

"Ketiga, seorang wartawan yang ikut kami ingin membeli rokok ternyata di depan diadang (oleh petugas dan ditanya) 'where are you going?' (kemudian dijawab) 'mau beli rokok,' akhirnya 'oke saya (petugas yang adang bertanya lagi) mau beli apalagi?

Hal ini saat dia berkunjung ke museum tindak kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat Uighur terhadap masyarakat sipil di Xinjiang.

Kala itu, ia merasakan keanehan saat foto-foto yang terpampang di sana memberikan gambaran terkait penindasan yang dilakukan oleh kaum Uighur terhadap warga sekitar.

"Jadi gambar yang ditampilkan saya tidak tahu, apakah itu betul apakah kekerasan yang dilakukan Uighur dan lain sebagainya.

Tapi dari nama, itu nampak jelas bahwa mereka orang Uighur yang sudah terpapar paham radikal dan sudah melakukan tindak kekerasan kerja sama ISIS.

"Jadi selama re-education tidak boleh salat, baca Al-Quran, tidak boleh puasa, makan apa adanya yang disajikan oleh pemerintah.

Ada beberapa poin antara lain kami minta kepada pemerintah China agar memberikan kebebasan kepada umat Islam untuk melaksanakan ibadah secara terbuka karna itu dijamin oleh piagam PBB.